Pesantren Modern dan Pendidikan Multikulturalisme

Sepanjang tahun 2005-2006 International Center for Islamic and Pluralism (ICIP) meriset 20 pesantren di Jawa Barat dari 2200 pesantren yang tergabung dalam Badan Kerjasama Pondok pesantren se-Indonesia (BKSPPI). Penelitian itu mengkaji betulkah kalangan pesanten mengesahkan tindak kekerasan dan tidak ramah terhadap perbedaan? Tema-tema yang diteliti seputar wacana multikulturalisme, semisal toleransi, demokrasi, gender, dan syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan, pemahaman sejumlah kalangan pesantren di Jawa Barat, belum sepenuhnya dapat menerima kenyataan multikulturalisme.
Laporan ilmiah ini masih menyisakan perdebatan fundamental, karena objek riset dianggap kurang representatif mewakili wajah pesantren keseluruhan, khususnya pondok pesantren modern yang luput dari penelitian tersebut. Dari alasan inilah kiranya perlu dilakukan penelitian kembali secara lebih komprehensif dan representatif. Makalah ini memfokuskan kajian dalam observasi kecil terhadap sistem pendidikan dan pembelajar di pondok modern, khususnya pendidikan multikulturalisme, dengan model utama Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura.

Tidak ada komentar:

Si Empu Blog